aku menyelipkan cerita tentang "Mu" melalui jari jemari ku.
Jumat, 19 September 2014
Minggu, 25 Mei 2014
The Second Love From The London Eye
Aku menarik selimut ku yang mulai turun jatuh ke lantai. Membiarkannya menghangatkan tubuh mungil ku ini. Tik…tik..tik.. bunyi detak jarum jam selalu membuat ku merasa tenang. Entahlah. Ini seperti nada nada terindah yang mampu membangkitkan mood ku kembali.
****
“ Jika aku adalah
bagian dari sinar suryamu. Tolong jangan biarkan aku menjauh dari mu” – dari Ai
untuk Ara. Aku menuliskan kalimat itu pada bloknote ku,dan kembali menutupnya,
menyimpan rapat rapat setiap hal yang ku tulis. Berharap. Apa yang aku tulis
Ara juga bisa merasakan semuanya dengan baik. Tapi sayang, itu mustahil
terjadi. Aku dan Ara saat ini hanya akan menjadi mimpi belaka,sekaligus
serpihan masa lalu. Kami menjauh dari segala hal yang berhubungan satu sama
lain. Lebih tepatnya melarikan diri,dan mencoba menjadi pengecut satu sama
lain. Sejujurnya aku lelah menjadi sosok seperti ini. Tapi Ara? Entahlah. Dia
seperti tak pernah merasakan lelah dan rasa sesak yang ku rasakan setiap kali
kami bertindak bodoh seperti ini.
Aku kembali membolak
balik setiap halaman novel yang sedang ku baca saat ini. berusaha menuangkan
seluruh perhatian ku pada novel ini. Sialnya. Pikiran ku justru kabur,
memikirkan segala hal yang (lagi-lagi) berhubungan dengan Ara. “ Berhenti! Ku
bilang berhenti” aku memaki diriku sendiri untuk berhenti memikirkan
tentangnya. Tuhan jangan buat ku rapuh karenanya. Rasa sesak ku sudah cukup
parah, ketika aku harus bertindak bodoh tersenyum rapuh di depannya.
“ kamu berhasil membuat
ku jatuh dalam permainan dan ekspetasi mu. Dan tolong. Jangan buat ku kembali
jatuh padamu” – dari Ai untuk Ara. Ara hebat. Dia berhasil membuat ku jatuh
hati padanya. Berhasil membuat ku tak pernah mau beranjak dari rasa sakit ku.
Dan berhasil membuat goresan tajam pada relung hatiku. Ini pertemuan pertama
kami (kembali) setelah kami berusaha melarikan diri dari segala hal yang
berhubungan antara Aku dan Ara satu satu sama lain.
“ Ai, kita sudah sama sama dewasa. Bukankah kamu
lelah harus selalu bersikap menghindar seperti ini? jujur aku lelah” kata Ara
yang sambil mengusap kepala ku dengan lembut. Brengsek. Perasaan apa yang
mengalir dalam aliran darah ku saat ini. aku tak mungkin jatuh cinta padanya
kembali.
“ menghindar? Bukankah
kamu. yang memintaku untuk menjauhi mu? Ara. Aku juga sama seperti mu. Sama lelahnya. Dadaku sakit, ketika
melihatmu mengabaikan ku” kataku dengan lirih.
“ Ai. jangan menangis.
Perempuan kuat seperti mu tak pantas menangisi pria seperti ku. Aku mencintai
mu Ai. Entah kapan, Aku akan menemui mu di Inggris. Selamat juga untuk mu yang
berhasil melanjutkan study mu disana”
*****
“ Jika aku hanya
sebagai debu dari masa lalu mu. Biarkan aku pergi. Dan bernafas dengan lega” –
dari Ai untuk Ara. Kepalaku sakit. ada sesuatu yang mengganjal dalam isi
kepalaku, rasanya seperti beban. Tunggu. aku ingat apa yang menjadi beban ku
“Ara berjanji menemui ku di Inggris?” yaTuhan jebakan apalagi yang dibuat
olehnya untuk membuat ku jatuh hati
padanya. Aku memiliki banyak alasan kenapa aku harus pergi ke Inggris.
Pertama, aku selalu suka bunyi detak jarum jam dan lonceng, rasanya aku ingin
mengunjungi The clock Tower atau yang lebih dikenal dengan Big Ben. Kedua , aku
ingin mengunjungi London Eye,salah satu simbol yang merupakan modernitas Britania
Raya. Aku ingin berada pada puncak tertinggi London Eye di ketinggian 135
meter. Siapa tau Tuhan akan mempertemukan ku dan Ara di puncak tertinggi London
Eye. Karena dari atas sana aku akan bisa melihat pemandangan indah keseluruhan
kota Inggris sejauh 40kilometer bersama dia yang ku cinta. Ara.
******
ini salah satu cerita fiksi yang gue bikin buat blog contest #InggrisGratis ala https://twitter.com/MisterPotato_ID
Senin, 07 April 2014
INTUISI
kali ini gue mau ngebahas tentang Intuisi atau lebih di kenal dengan indera ke enam. tenang, hal yang gue bahas kali ini adalah Indera ke enam. bukan indera gunawan,bukan rifqi indera putra,atau indera peraba. Bukan!
pada dasarnya manusia memiliki kelima indera yang dapat berfungsi untuk merasakan kenikmatan dunia. tetapi ada satu indera yang disebut dengan intuisi . dimana indera ke enam ini adalah kemampuan merasakan dunia halus atau kemampuan merasakan hal hal yang tak kasat mata. lebih tepatnya cerita kali ini adalah curahatan hati gue. sebagian orang berpendapat bahwa hanya orang orang tertentu yang bisa merasakan kehadiran hal hal yang tak kasat mata, ataupun makhluk halus. (ga ngerti yang halus bagian mananya.) bahkan pada beberapa artikel sempat dijelaskan bahwa seorang perempuan memiliki indera ke enam lebih kuat dibandingkan pria. mengapa? karena Kemampuan persepsi ekstrasensori (ESP) muncul lebih alami pada perempuan
dan perempuan lebih mungkin untuk menjadi intuitif daripada pria. Salah
satu alasan utama untuk ini adalah bahwa pria lebih berorientasi
intelektual dan cenderung lebih ke sisi rasional. (berat banget kan bahasa gue) . seperti yang gue bilang di awal. jika hanya orang orang tertentu saja yang diberi kemampuan untuk bisa melihat hal hal yang tak kasat mata, berarti gue termasuk kedalam orang orang tertentu tersebut. anggap aja beruntung.
jaman jaman smp. gue termasuk seorang murid yang agak gak bisa diem, entah emang karena bokong gue bisulan atau gimana. ga ngerti deh. bahasa inggris adalah salah satu pelajaran favorit gue. jadi wajar. ketika gue dapet tempat duduk paling depan pojok kiri gue lebih serius memerhatikan pelajaran dibandingkan sosok yang beberapa kali sempat muncul. awalnya cuman sekedar bayangan aja. gue sendiri masih bersikap biasa aja sama sosok yang sering muncul. karena menurut gue selama mereka ga mengganggu gue,its ok. seminggu kemudian. sosoknya makin sering muncul nampakin diri,dan alhasil. gue sempet pingsan. singkat cerita.dan ini tragedi yang ke dua. gue sempet nginep di gunung salak bogor. dan... bisa ditebak. abis selesai sholat isya, ada sosok lain lagi yang nampakin dirinya. dalam hati gue banyakin baca ayat kursi,setidaknya jangan sampai pikiran gue kosong. malam ke dua di gunung salak. gakuat. badan rasanya makin lemes. entah kenapa sebabnya juga gatau. yang jelas selama dua hari di gunung salak beberapa kali makhluk makhluk astral sempat menampakkan kehadiran mereka secara terang terangan. alhasil ayah sama ibu gue dateng ke bogor buat jemput sang anak tercinta,yaitu gue.sampai disana? nyokap cuman cerita ke gue, kalo dia sempet nanya arah jalan ke seorang tukang ojek dan diantarlah orangtua gue ke tempat perkemahan gue. di kaca spion mobil nyokap masih ngeliat tukang ojek itu masih ada, pas turun dari mobil mau ngucapin terimakasih. tukang ojeknya udah ga ada.
alhamdulillah. kelebihan ini patut gue syukuri. meskipun kemampuan indera ke enam gue cuman mampu melihat bayang bayang atau citra makhluk halus dan mendengar seseorang bersuara jelas walaupun seseorang tersebut berada jauh dari tempat gue. dan ini masih sering terjadi sampai saat ini. yang terpenting jangan sampai lupa sama yang Yang Maha Esa. bahwa kita memang diciptakan dari segala hal yang berbeda. Termasuk sosok Makhluk Astral.
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Indera_keenam
http://www.spiritualresearchfoundation.org/indonesian/indra-keenam-intuisi
pada dasarnya manusia memiliki kelima indera yang dapat berfungsi untuk merasakan kenikmatan dunia. tetapi ada satu indera yang disebut dengan intuisi . dimana indera ke enam ini adalah kemampuan merasakan dunia halus atau kemampuan merasakan hal hal yang tak kasat mata. lebih tepatnya cerita kali ini adalah curahatan hati gue. sebagian orang berpendapat bahwa hanya orang orang tertentu yang bisa merasakan kehadiran hal hal yang tak kasat mata, ataupun makhluk halus. (
jaman jaman smp. gue termasuk seorang murid yang agak gak bisa diem, entah emang karena bokong gue bisulan atau gimana. ga ngerti deh. bahasa inggris adalah salah satu pelajaran favorit gue. jadi wajar. ketika gue dapet tempat duduk paling depan pojok kiri gue lebih serius memerhatikan pelajaran dibandingkan sosok yang beberapa kali sempat muncul. awalnya cuman sekedar bayangan aja. gue sendiri masih bersikap biasa aja sama sosok yang sering muncul. karena menurut gue selama mereka ga mengganggu gue,its ok. seminggu kemudian. sosoknya makin sering muncul nampakin diri,dan alhasil. gue sempet pingsan. singkat cerita.dan ini tragedi yang ke dua. gue sempet nginep di gunung salak bogor. dan... bisa ditebak. abis selesai sholat isya, ada sosok lain lagi yang nampakin dirinya. dalam hati gue banyakin baca ayat kursi,setidaknya jangan sampai pikiran gue kosong. malam ke dua di gunung salak. gakuat. badan rasanya makin lemes. entah kenapa sebabnya juga gatau. yang jelas selama dua hari di gunung salak beberapa kali makhluk makhluk astral sempat menampakkan kehadiran mereka secara terang terangan. alhasil ayah sama ibu gue dateng ke bogor buat jemput sang anak tercinta,yaitu gue.sampai disana? nyokap cuman cerita ke gue, kalo dia sempet nanya arah jalan ke seorang tukang ojek dan diantarlah orangtua gue ke tempat perkemahan gue. di kaca spion mobil nyokap masih ngeliat tukang ojek itu masih ada, pas turun dari mobil mau ngucapin terimakasih. tukang ojeknya udah ga ada.
alhamdulillah. kelebihan ini patut gue syukuri. meskipun kemampuan indera ke enam gue cuman mampu melihat bayang bayang atau citra makhluk halus dan mendengar seseorang bersuara jelas walaupun seseorang tersebut berada jauh dari tempat gue. dan ini masih sering terjadi sampai saat ini. yang terpenting jangan sampai lupa sama yang Yang Maha Esa. bahwa kita memang diciptakan dari segala hal yang berbeda. Termasuk sosok Makhluk Astral.
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Indera_keenam
http://www.spiritualresearchfoundation.org/indonesian/indra-keenam-intuisi
Selasa, 01 April 2014
Rahasia dari Sebuah Teluk Bajak Laut
Rahasia
Dari Sebuah Teluk Bajak Laut!
Aku
mengutip salah satu tulisan dari sebuah novel ternama “ Kau bisa meninggalkan
masa lalu, berlari jauh darinya. Atau, kau bisa memasukkan masa lalu mu ke
dalam kotak besi baja, menguncinya, membuang kotak itu ke palung laut terdalam
,dan melontarkan kuncinya ke belahan dunia lain. Tetapi, bisa apa kau pada masa
lalu yang mengalir di pembuluh darah mu?” –Ariy
Aku
memandang pencakar langit yang begitu tinggi, terik matahari mengenai wajah ku
yang mengadahkan tepat kearah langit.
Aku
sengaja mengambil waktu berlibur yang cukup lama, aku butuh untuk menenangkan
pikiran dan hati ku. Tumpukan persoalan masalah membuat otak ku begitu penat.
Kalau saja,aku tidak mengambil keputusan untuk berlibur, mungkin aku bisa gila.
memikirkan berbagai hal yang menumpuk
dan berdesakkan pada isi kepala ku.
“Bunuh aku bunuh” rasanya aku ingin meneriakan kalimat itu. Bali. Ini salah
satu tempat tujuan untuk liburan ku kali
ini. Perkenalkan, nama ku Nessa. Nessandra Kavanza. aku bukan gadis seperti pada umumnya. Aku adalah seorang gadis
tuna rungu. Itu sebabnya aku mencoba
berlari jauh menghindari segala sesuatu . Semoga saja, Bali. bisa menjadi
tempat bersahabat untuk ku. Aku tiba di Bali sejak dua hari yang lalu. Kali
ini, tujuan utama ku adalah. Menghabiskan waktu ku di Pirates Bay The Bay Bali.
Mungkin aku memang tuna rungu, tak bisa mendengar segala sesuatu dengan baik.
Mungkin aku memang tuna rungu, selalu mengandalkan alat pendengar untuk
mendengarkan segala sesuatu yang terjadi. Tapi, percayalah. Aku masih bisa
mendengarkan debur ombak yang ku lihat dari atas sini
Dari atas sini. Aku seperti
mendengar suara alam.Tentang angin yang bertiup sangat kencang, Tentang ranting
yang jatuh dari atas pohon, dan ini yang paling ku sukai. Suara yang dihasilkan
dari anak tangga yang menggantung pada rumah pohon tempat ku berada saat ini.
Entahlah. Jika ada seseorang yang melihat ku saat ini dari atas pohon
sedang berbicara sendiri, mungkin mereka
akan menganggap ku gila. Bagaimana bisa, seorang perempuan seperti ku sedang
tertawa lepas dan berbicara sendirian pada beberapa ranting pohon dan daun yang
ku pegang.
Aku menikmati tiap tarikan nafas
yang ku lakukan saat ini. Aku cukup berbicara sendiri untuk memahami alam dan diriku
sendiri. Dan disini. Di The Pirates Bay . aku menikmati hal yang terjadi pada
hidupku.
“
hai. Bagaimana rasanya jika dirimu seperti ku?” kataku yang berbicara pada daun
yang ku pegang, sembari duduk pada bantalan berwarna oranye tersebut.
Andai
saja sebuah daun bisa berbicara. Mungkin daun tersebut akan menjawab
“
Menyenangkan”
“
apa maksud mu?” kataku menjawab pernyataan sebuah daun tersebut.
“
iya menyenangkan. Lihatlah. Bali adalah dunia mu. Kau sendiri yang memilih The
bay Bali Nusa Dua untuk kau jadikan tujuan liburan mu. , The pirates Bay, hong
xing resto. Biar ku jelaskan satu persatu agar kau mengerti Nessa. Di The
Pirates Bay. Lihatlah betapa indah nya tempat ini
Lokasi keindahan yang terletak
strategis dengan sebuah perahu besar, kau seperti sedang berada dalam dunia
dongengnya para pirates. Sadarlah, bahwa kau menemui jati dirimu yang
sesungguhnya. Kau bisa menikmati segala yang terjadi di perahu besar tersebut.
Kau bisa menikmati debur ombak dan biru laut di the pirates melalalui rumah
pohonnya. Dan di hong xing resto kau bisa menikmati tiap makanan yang tersaji
di hadapan mu. Para pelayan di hong xing resto. Keramah tamahan mereka membuat
mu tak pernah merasa di beda bedakan meski kau adalah seorang tuna rungu. lihat
mereka meletakkan makanan yang kau pesan yaitu squid dengan baik sembari
tersenyum kepadamu”
Lewat beberapa upacara adat seperti odalan di bebek
bengil,The Bay Bali. Ada sesuatu yang seolah kembali mengingatkan ku akan
betapa kayanya Bali
Dan
untuk Kalian.
Terimakasih
untuk kalian yang selalu berusaha membuat ku terjatuh, sampai akhirnya aku
menemukan kebahagiaan ku sendiri. Terimakasih telah membuat ku menjadi sosok
yang kuat, lewat setiap olokan yang kalian berikan padaku. Kalian hanya akan
menjadi masa lalu bagiku, yang tak lama akan ku buang memorinya jauh jauh dari
ingatan ku,agar aku tak bisa lagi mengingatnya.
Dan saat ini. Aku melanjutkan hidup ku sebagai seorang penulis novel,
menetap di Bali untuk beberapa tahun kedepan. Terimakasih untuk The Bay Bali
Nusa Dua, telah membuat ku jatuh cinta
pada The Pirates Bay, telah membuat ku menemukan sisi kebahagiaan diriku yang
sesungguhnya. Sungguh aku menikmati tiap tempat di The Bay Bali,Nusa Dua.
dan
terakhir. Ini untuk sang pencipta.
Aku mengirimkan sebuah surat lewat sebuah pesawat kertas. Entah hal konyol apa
yang ada dalam benak ku, sampai aku terpikir “semoga surat ini sampai kepada
mu,lewat angin yang bertiup kencang”. Terimakasih untuk sebuah ke agungan yang
kau ciptakan pada alam tempat ku berpijak saat ini. Dan terimakasih untuk
sebuah kesempurnaan hidup yang kau berikan kepada ku,terutama akal. Aku belajar
menghargai setiap hal yang kau ciptakan untuk dapat dijaga. Dan sekali lagi,aku
telah jatuh cinta pada The Bay Bali Nusa Dua,dan The Pirates Bay.
-Nesandra
Kavanza
Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Proyek Menulis Letters of
Happiness: Share your happiness with The Bay Bali & Get discovered! (dengan
tulisan The Bay Bali yang di link ke website: www.thebaybali.com)
Jumat, 14 Maret 2014
Tanpa Judul
Jika memang cinta bukan bagian dari sebuah kebahagiaan. Lalu untuk apa kita bersama? ini pertanyaan yang mendekap lama pada setiap sudut di otak ku.
Kita di takdirkan Tuhan bertemu pada satu kesempatan yang tak pernah di rencanakan sebelumnya. Menjalani sebuah siklus yang terus berputar sampai akhirnya bertemu pada satu titik yang menjengahkan. Aku dan Kamu memulai siklus tersebut berawal dari rasa ketertarikan , kemudian berubah lebih dalam dari arti sebuah ketertarikan. Sampai akhirnya. Kita ditakdirkan bersama Melangkahkan kaki bersama, merasakan desahan nafas yang sama. Dan....... Menjauh dengan bersamaan.
Dan Untuk Mu
Ini yang terakhir. Kita sudah berada pada satu ruang lingkup yang berbeda. Berjalan menjauh dengan arah yang berlawanan. Dan dari sini. Sekali lagi. Aku melihatmu dalam bayang yang tak bisa dijelaskan.
Berbahagialah dengan dunia mu. Begitu juga dengan aku.
Kita di takdirkan Tuhan bertemu pada satu kesempatan yang tak pernah di rencanakan sebelumnya. Menjalani sebuah siklus yang terus berputar sampai akhirnya bertemu pada satu titik yang menjengahkan. Aku dan Kamu memulai siklus tersebut berawal dari rasa ketertarikan , kemudian berubah lebih dalam dari arti sebuah ketertarikan. Sampai akhirnya. Kita ditakdirkan bersama Melangkahkan kaki bersama, merasakan desahan nafas yang sama. Dan....... Menjauh dengan bersamaan.
Dan Untuk Mu
Ini yang terakhir. Kita sudah berada pada satu ruang lingkup yang berbeda. Berjalan menjauh dengan arah yang berlawanan. Dan dari sini. Sekali lagi. Aku melihatmu dalam bayang yang tak bisa dijelaskan.
Berbahagialah dengan dunia mu. Begitu juga dengan aku.
Kamis, 13 Maret 2014
Dalam Rindu yang Tak Berujung
Ada yang membekas pada bagian dari diri ku. Maaf. aku tak bisa menjelaskannya secara detail. bagian mataku terasa sembab. tolong bangun kan aku dari hal buruk semacam ini. luka lebamnya begitu membekas pada diri ku.
dan ini Untuk Mu.
hai Mah. apa kabar? malam ini usia ku genap berumur 17 tahun. Rasanya aku tumbuh semakin cepat. Anak mu yang satu ini sudah menjadi perempuan dewasa, tak kalah cantiknya seperti mu Mah. Mah? bisa dengar aku? Aku tau, ada jarak dalam dunia kita saat ini. " Selamat Ulang Tahun Untuk Anak Ku" aku tau. Mamah disana mengucapkan kalimat itu untuk ku. Mah. tenanglah. kita memang di pisahkan dalam dunia yang berbeda, dipisahkan dalam ribuan kilometer jarak yang tak bisa di deskripsikan dengan baik. Tapi,percayalah. Aku tak pernah lupa melantunkan Ayat Alqur'an Untuk Mu disana. karena aku tau. ketika seseorang meninggal, semua akan terputus. hanya tiga perkara yang akan mengalir . pertama Ilmu yang bermanfaat, kedua Sodakah Jariyah,dan ketiga Doa anak yang Sholeh.
Aku ingin menjadi bagian dari salah satu ketiga perkara tersebut. Menjadi Anak yang Sholeh.
sekali lagi "Selamat Ulang Tahun untuk diri ku" dan Aku Rindu padamu Mah! bisa kah kita bertemu dalam mimpi?
Terimakasih Untuk Mu yang selalu bisa menjadikan ku yang terbaik. Mungkin surat ini tak pernah bisa sampai padamu Mah.Tapi,ku harap. Doa dari ku sampai kepada Mu. -dari Ku untuk Mamah
terimakasih untuk https://twitter.com/Adiradivaa i love you dir!
dan ini Untuk Mu.
hai Mah. apa kabar? malam ini usia ku genap berumur 17 tahun. Rasanya aku tumbuh semakin cepat. Anak mu yang satu ini sudah menjadi perempuan dewasa, tak kalah cantiknya seperti mu Mah. Mah? bisa dengar aku? Aku tau, ada jarak dalam dunia kita saat ini. " Selamat Ulang Tahun Untuk Anak Ku" aku tau. Mamah disana mengucapkan kalimat itu untuk ku. Mah. tenanglah. kita memang di pisahkan dalam dunia yang berbeda, dipisahkan dalam ribuan kilometer jarak yang tak bisa di deskripsikan dengan baik. Tapi,percayalah. Aku tak pernah lupa melantunkan Ayat Alqur'an Untuk Mu disana. karena aku tau. ketika seseorang meninggal, semua akan terputus. hanya tiga perkara yang akan mengalir . pertama Ilmu yang bermanfaat, kedua Sodakah Jariyah,dan ketiga Doa anak yang Sholeh.
Aku ingin menjadi bagian dari salah satu ketiga perkara tersebut. Menjadi Anak yang Sholeh.
sekali lagi "Selamat Ulang Tahun untuk diri ku" dan Aku Rindu padamu Mah! bisa kah kita bertemu dalam mimpi?
Terimakasih Untuk Mu yang selalu bisa menjadikan ku yang terbaik. Mungkin surat ini tak pernah bisa sampai padamu Mah.Tapi,ku harap. Doa dari ku sampai kepada Mu. -dari Ku untuk Mamah
terimakasih untuk https://twitter.com/Adiradivaa i love you dir!
Rabu, 12 Maret 2014
BayangMu
“aku mengingat mu, disini. tapi sayangnya. kamu justru mengabaikan ku layaknya angin”
semoga saja. Tuhan mentakdirkan aku dan kamu bertemu pada suatu kesempatan yang berbeda. bertemu pada suatu tempat yang mengejutkan ku dan memori tentang “kita” .semoga. lamunan ku terhenti pada salah satu benda dihadapan ku. aku tertegun mengingatnya. bayang mu ada dalam benak ku. seperti isyarat.
“setelah menunggu pasti ada yang datang” – dwitasaridwita.
alunan musikalisasi puisi ini seperti menghentak kan telinga ku. membangun kan ku dari lamunan khayalan akan dirimu. terimakasih telah membuat ku jatuh pada suatu hal yang terlalu dalam. terimakasih juga atas memori lekat, yang tak pernah bisa ku lupakan sampai saat ini. dan terimakasih juga, untuk luka yang tergores dalam hati kecil ku. sejujurnya aku tak perduli. bagaimana, kamu dengan hebatnya. menyakiti ku sampai saat ini. tak perduli juga, bagaimana kamu dengan bahagianya sedang bersama seseorang baru mu disamping mu. sedangkan aku. menatap mu dari jarak jauh. menunggu kebodohan ini akan lenyap begitu saja. tapi nyatanya. harapan ini tak pernah lepas dari pikiran ku.
semoga saja. Tuhan mentakdirkan aku dan kamu bertemu pada suatu kesempatan yang berbeda. bertemu pada suatu tempat yang mengejutkan ku dan memori tentang “kita” .semoga. lamunan ku terhenti pada salah satu benda dihadapan ku. aku tertegun mengingatnya. bayang mu ada dalam benak ku. seperti isyarat.
“setelah menunggu pasti ada yang datang” – dwitasaridwita.
alunan musikalisasi puisi ini seperti menghentak kan telinga ku. membangun kan ku dari lamunan khayalan akan dirimu. terimakasih telah membuat ku jatuh pada suatu hal yang terlalu dalam. terimakasih juga atas memori lekat, yang tak pernah bisa ku lupakan sampai saat ini. dan terimakasih juga, untuk luka yang tergores dalam hati kecil ku. sejujurnya aku tak perduli. bagaimana, kamu dengan hebatnya. menyakiti ku sampai saat ini. tak perduli juga, bagaimana kamu dengan bahagianya sedang bersama seseorang baru mu disamping mu. sedangkan aku. menatap mu dari jarak jauh. menunggu kebodohan ini akan lenyap begitu saja. tapi nyatanya. harapan ini tak pernah lepas dari pikiran ku.
Langganan:
Postingan (Atom)






