Senin, 13 Januari 2014

have you ever fallen in love before

ada banyak kata yang tersimpan dalam otak dengan rapi. termasuk juga tentang sebuah pertanyaan" have you ever fallen in love before?" kalimatnya seperti sebuah asma yang menyesakkan bagian pernafasan ku. rasanya seperti ada duri ikan yang tertanam pada tenggorokan. 

rasanya aku ingin mengerutuki diri ku sendiri ketika menyadari, aku termasuk salah satu cewe yang so easy to fall in love with someone. semua yang awalnya biasa saja selalu ku hiraukan layaknya angin, tak perduli. tapi kali ini beda. entah apa yang membuat ku ingin mengartikan berbeda dari sebelumnya, mulai dari rasa penasaran ku padanya, sampai tentang..... " aroma parfum yang menyeruak masuk ke hidungku dan mengalir ke dalam aliran darah ku " ada sesuatu yang berbicara pada lubuk hati ku, rasanya aku ingin memberontak. tidak aku tidak menyukai pria itu. kata ku dalam hati. sialnya. aku tidak bisa mengelabui hati ku sendiri.
"kau tau bagaimana rasa ku bisa dengan mudah nya terlepas? " bicara ku pada selembar kertas putih yang sedang berusaha ku lukis.
" aku bisa dengan mudah membiarkan rasa penasaran ku terbang, terlepas. dan bahkan menguap...
 entah apa yang aku rasakan mengenai dirimu, sampai rasa itu bisa dengan mudahnya hilang.

shit . buntu. teriak ku dalam hati. not responding..... aku sama sekali tak bisa mengingat bagaimana lekuk wajahnya yang sesungguhnya. niatnya aku ingin menggambarkan wajah tampannya pada selembar kertas putih yang ku pegang saat ini. tapi bodohnya, aku sama sekali tak mengingat bagaimana lekuk wajahnya, tak mengingat bagaimana bentuk rahangnya, hidungnya, bola matanya, atau apapun yang mengenainya. bodoh. tunggu... ada satu yang ku ingat " aroma parfum jeruk khas tubuhnya...." nalar ku berbicara aroma parfumnya seperti wangi jeruk. menyegarkan. rasanya aku seperti cewe pervie yang hanya mengingat seorang pria melalui wangi parfumnya saja, tidak lebih. ini seperti salah satu memori yang harus tersimpan, diantara tumpuk kan memori lain yang tak harus di ingat.

gila. ini pertama kalinya aku membiarkan rasa penasaran ku berubah dengan sendirinya, dan mengartikan nya berbeda. berbeda dalam artian special. dan sekarang. ada banyak pertanyaan yang mendekap pada isi kepala ku. padahal aku sudah berusaha mengusir pertanyaan bodoh ini dari kepala ku,  tapi tetap saja percuma. tak  mau pergi. degup jantung ku tak karuan, setiap kali pertanyaan ini muncul di kepala ku. kali ini pertanyaan nya adalah " jadi sebenarnya aku menyukai pria ini atau hanya menyukai aroma parfumnya yang segar?" dan pertanyaan kedua " dia tak pernah tau tentang perasaan ku, lalu? apa pendapatnya tentang ku?" aku seperti sedang menyusun sebuah puzzle, yang potongan potongan puzzle nya belum ditemukan. tugasku adalah, mencari potongan puzzle tersebut,  kemudian menyusun potongan potongan puzzle tersebut. dan pertanyaan ketiga kembali muncul pada benak ku, ini tentang.... " lalu bagaimana, jika aku telah berhasil mencari potongan puzzle dan berhasil menyusun potongan puzzle tersebut? membuangnya? atau.... " kalimat ku terputus. aku menelan ludah beberapa kali, berusaha membasahi tenggorokan ku yang kering.

"kau tau mengapa aku membicarakan tentang sebuah puzzle?" kataku pada selembar kertas putih yang akan ku lukis. seandainya selembar kertas putih ini mempunyai mulut, kurasa ia akan menjawab " tidak, memangnya apa alasan mu membicarakan sebuah puzzle?" ada yang melayang layang dalam benak ku, tentang aroma parfumnya, dan samar samar senyum manisnya mulai terlihat di benak ku. yah seandainya selembar kertas putih bisa berbicara, aku akan melanjutkan kalimat ku
" ada magnet yang membuat ku tertarik untuk mengetahui lebih tentang mu, ada magnet yang menarik ku untuk nerusaha menyusun potongan potongan puzzle menganai dirimu. ada satu puzzle yang belum sempat ku temukan. ini tentang....... bagaimana pendapat mu mengenai ku ?

ceeeees.... ini seperti sebuah luka yang baru lalu terkena air. rasanya perih. belum sempat ku selesaikan puzzle ku, bahkan aku belum sempat menemukan potongan puzzle terakhir ku. kamu sudah bersama yang lain. entah siapa perempuan itu, yang jelas. Beruntung.... dan aku? menatap punggung mu dari kejauhan dan melihat mu menggandeng perempuan itu. dan wangi jeruknya, kurasa juga ikut menyeruak bersama dengan perempuan beruntung itu.

TENANG. aku sudah berhasil mendamaikan hati, dan pikiran ku. untuk tidak bisa bersikap egois pada apa yang terjadi. hidup ini bukan drama, jadi tak perlu  mempersulit segala hal yang telah terjadi.


true story by http://helloimsarah.wordpress.com/

2 komentar:

sarah mengatakan...

Ini bagus!! Cara ngungkapin sesuatu dengan kata-kata lo tuh bener-bener pro deh. Indah gitu. Gue jg pernh bqca beberapa cerita lo yg lain dan gue sakut abis. Soalnya kelemahan gue ada di kelebihan lo; detail dalam menjelaskansituasi, bagus dalam ngungkapin perasaan si tokoh dengan puitis.
Cuman di versi lo lebih ke kecemasan tokoh utama ya daripada ke perasaan admirablenya dia ke cowok itu? Apa cerita gue gitu juga? /lah
Yg pasti ini udh bagus banget. Keep writing ya jgn kayal gue musti nunggu ilham dari langit dulu :))

Nuraini Zulfah mengatakan...

alhamdulillah. terimakasih banyak sarah :). sengaja dibikin beda ceritanya dari versi aslinya. kecemasan si tokoh utama ini yg gue jadiin tombak biar pembaca juga makin penasaran buat baca. ahhhh kita sama2 belajar nulis yah :). kritik saran nya dimiohon ya sar